Selasa, 30 November 2021

Di Depan Kantor DKP, 15 Pelanggar Prokes Terjaring Ops Yustisi Satgas Covid 19 Kabupaten Tulungagung

 


TULUNGAGUNG - Dalam rangka menekan penyebaran covid-19, Satgas Inpres No 6 Tahun 2020 Kabupaten Tulungagung secara intens menggelar operasi yustisi peningkatan disiplin dan penegakan hukum Protokol Kesehatan di wilayah Kabupaten Tulungagung.

 

Iptu Hendrik selaku Perwira Pengendali (Padal) memimpin Operasi Yustisi yang digelar di Depan Kantor  Dinas Perikanan Kabupaten (DKP) Tulungagung, Senin (29/11/2021).


Dengan melibatkan personil Gabungan TNI Polri dan Satpol PP,  sasaran Operasi Yustisi adalah pengendara atau pengguna jalan yang tidak mengenakan masker guna peningkatan disiplin dan penegakkan hukum Protokol Kesehatan.

 

Selain menindak pelanggar, Petugas juga mengingatkan dan mengedukasi kepada warga masyarakat untuk selalu memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan diantaranya penggunaan masker, sering melakukan cuci tangan menggunakan handsanitizer atau mencuci tangan di air mengalir dan selalu menjaga jarak saat sedang berada di luar rumah.

 

Sementara ditempat terpisah, Iptu Nenny Sasongko Kasihumas Polres Tulungagung mengatakan, pada kegiatan Operasi Yustisi kemarin masih terdapati 15 (lima belas) orang pelanggar Protokol Kesehatan.

 

“Masih dijumpai  masyarakat yang tidak memakai masker saat berada di luar rumah, diantaranya 13 (tiga belas) orang pelanggar prokes diberikan sangsi membayar denda sesuai ketentuan, 2 (dua) pelanggar Sanksi sosial. Untuk para pelanggar langsung disidang ditempat”, terang Iptu Nenny, Selasa (30/11/2021)

 

Iptu Nenny menjelaskan, “Operasi Yustisi ini bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat agar disiplin mematuhi prokes dan sebagai upaya penegakan hukum guna pencegahan dan pengendalian  Covid-19”. Jelasnya

 

Demi memutus penyebaran covid-19, Iptu Nenny Berharap agar warga masyarakat selalu memperhatikan protokol kesehatan 5M diantaranya, menggunakan masker, sering melakukan cuci tangan, menggunakan handsanitizer, hindari kerumunan serta mengurangi mobilitas. (NN95)