Kamis, 23 Mei 2024

Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Apresiasi Polri Sukses Amankan WWF

Bali – Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinisi Bali menilai Polri sukses mengamankan acara World Water Forum (WWF) ke-10. Terbukti hingga hari ini, Kamis (23/5/2024), WWF berjalan aman dan kondusif.

Ketua PHDI Bali I Nyoman Kenak, menilai kepercayaan Bali menyelenggarakan event internasional tak terlepas dari suksesnya pengamanan Polri. Hal ini juga ia rasakan saat Bali menjadi tuan rumah KTT G20 pada 2023 lalu.

"Ini tidak terlepas dari peran masyarakat Bali dan juga aparat penegak hukum Polri, pengamanannya luar biasa, sangat terstruktur dan masif sekali. Itu dilihat dari kemarin pelaksanaan G20," ujar Nyoman, Kamis.

Selain peran Polri, kata Nyoman, pecalang ikut turut andil dalam suksesnya WWF. Menurutnya, sinergitas tersebut sangat penting untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah WWF.

"Disamping peran Polri, juga peran pecalang, desa adat, hampir semua masyarakat Bali yang mendoakan dan ikut mensukseskan event internasional ini," terangnya.

Lebih lanjut, WWF bagi Nyoman berdampak besar bagi Bali. Sepeti naiknya pariwisata hingga naiknya pererkonimian masyarakat.

Selain itu, kepercayaan Bali untuk kembali menjadi tuan rumah agenda internasional menjadi berkah tersendiri. Ini merupakan pelipur lara setelah sebelumnya Bali terkena dampak dari gelombang Covid-19.

"Saya mewakili masyarakat Bali merasa bangga, dan dampaknya luar biasa. Di samping pariwisata sudah mulai naik, perekonomian kita akan meningkat, income per kapita dari Bali dan masyarakat Bali pada khususnya," ucapnya.

"Apalagi isi dari forum ini kan penyelamatan air, itu sesuai dengan ajaran kita bahwa air harus diselamatkan. Setitik air sangat berarti bagi kehidupan masyarakat Bali," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Nyoman mengucapkan terima kasihnya kepada Polri atas pengamanan ini. Ia mengatakan masyarakat Bali senantiasa mendukung kinerja Polri.

"Menyampaikan apresiasi yang luar biasa, terima kasih kepada aparat Polri yang sudah luar biasa dari sisi pengamanan yang sesuai jobdesc (pekerjaan) mereka masing-masing. Nggak boleh lalai intinya bahwa semangat ngayah (sukarela untuk kebaikan bersama) itu kembali ada dalam jiwa Polri," pungkasnya.

Rabu, 22 Mei 2024

Polresta Malang Kota Bersama Forkopimda Musnahkan Barang Bukti Barbagai Jenis Narkoba

KOTA MALANG - Polresta Malang Kota bersama Forkopimda gelar pers release dan pemusnahan barang bukti narkoba di depan Ballroom Sanika Satyawada.

Pemusnahan Barang Bukti dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk Penjabat (PJ) Walikota Malang, perwakilan dari DPRD, BNN Kota Malang, Kejari, Kasdim Kodim 0833, Lapas Kelas I Lowokwaru, Lapas Perempuan, tokoh agama, LBH Peradi, Kapolsek jajaran, dan para pejabat utama (PJU) Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa pemusnahan Barang Bukti hasil pengungkapan kasus narkoba periode Maret hingga Mei 2024.

"Pemusnahkan barang bukti narkoba yang berhasil kami sita dari 9 laporan polisi. Barang bukti ini terdiri dari 1,5 kg Sabu, 44,216 kg Ganja, 391 butir Ekstasi, 19.000 butir Carnophen, dan 50.000 butir Pil Koplo berlogo ££," ujar Kombes Pol Budi Hermanto,Rabu (22/05).

Menurut Kombes Budi Hermanto dari pengungkapan kasus ini, pihaknya berhasil menangkap 10 orang tersangka yang berperan sebagai kurir dan pengedar jaringan narkoba yang beroperasi di wilayah Sumatera, Kota Malang, dan sekitarnya.

Dari perbuatn kesepuluh tersangka tersebut, dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) dan/atau Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda maksimum Rp 13 miliar," jelas Kombes Budi Hermanto.

Dari pemusnahan barang bukti narkoba ini Polresta Malang Kota sudah menyelamatkan manusia dari narkoba sebanyak 440.799 jiwa.

Masih di tempat yang sama, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan keberhasilan pengungkapan narkoba tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergitas antar instansi.

“Kota Malang sebagai kota pelajar, kita harus terus bersinergi agar tetap aman, namun juga perlu keterlibatan serta dukungan dari masyarakat,” Kata Wahyu.

Sementara untuk pemusnahan narkoba hari ini, Poresta Malang Kota bekerjasama dengan BNN Jatim menggunakan mobil Incinerator agar barang bukti narkoba yang dibakar tidak menimbulkan polusi udara. (*)

Bersama Polisi Jaga Jalur Penyeberangan di Pelabuhan Rakyat Pokmas Kelautan Banyuwangi Dukung WWF ke -10

BANYUWANGI - Sebagai wilayah penyangga yang memiliki garis pantai yang beririsan langsung dengan laut Bali. 

Banyuwangi menjadi kabupaten dengan potensi kerawanan mengimbangi titik utama pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke -10 di Bali yang akan digelar pada 18-25 Mei 2024.

Pelaksanaan, sejumlah kelompok masyarakat yang bernaung di pesisir pantai Banyuwangi turut memberikan dukungan kelancaran event internasional yang dihadiri sekitar 170 negara tersebut.

Salah satunya yang diinisiasi oleh Kelompok Masyarakat Pengawas Kelautan Pesona Bahari Jatim. 

Pokmas yang digawangi oleh Abdul Ajis ini secara aklamasi mendeklarasikan diri turut menjaga wilayah pesisir pantai sepanjang Watu Dodol yang berpotensi menjadi titik penyebrangan tikus.

Selaku ketua kelompok masyarakat sadar wisata dan peduli kelautan Abdul Ajis dan anggotanya menyatakan siap berperan aktif dalam meningkatkan koordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak baik TNI dan Polri.

Hal itu guna mewaspadai jalur jalur transportasi perairan alternatif (jalur tikus) yang ada di obyek wisata termasuk Grand Watu Dodol (GWD).

"Kami siap berkoordinasi dan berkolaborasi, memberikan berbagai informasi dan masukan yang dibutuhkan demi kelancaran gelaran internasional WWF Ke-10," tegas Ajis  di Pelabuhan ASDP Ketapang, Selasa (21/05/2024)

Menurut Ajis, sejumlah jalur tikus yang patut diwaspadai di antaranya jalur penyeberangan GWD, Jalur penyeberangan Bengkak Mangrove, jalur penyeberangan Pantai Cacalan, jalur penyeberangan Bimo Rejo dan jalur penyeberangan Pantai Cemara.

"Alhamdulillah saran masukan kami kepada Polri khususnya Polda Jatim diterima dan akan memberdayakan kami beserta unsur elemen masyarakat terampil lainnya,”ujar Ajis.

Ia juga akan menempatkan personel di titik-titik jalur penyeberangan alternatif tersebut sekaligus memberikan sosialisasi pentingnya menjaga menyukseskan kegiatan WWF demi kelestarian air.

Ajis menyatakan seluruh anggotanya sudah dibekali dengan kemampuan teknis penindakan pencegahan saat berada di lapangan. 

Bahkan, anggotanya juga secara khusus telah menerima edukasi terkait upaya penghadangan kelompok masyarakat tertentu yang berniat masuk ke Bali melalui jalur-jalur alternatif tersebut.

"Kami sudah paham modus dan ciri-ciri orang yang menyeberang, kami siap bekerja sama dengan polri dan kami akan dengan cepat menyampaikan kepada Polri dan TNI untuk diambil tindakan," tegasnya.

Kepedulian Pokdarwis Pesona Bahari tersebut selaras dengan tugas, misi dan visi mereka yang siap menjaga kelestarian air dari berbagai pencemaran dengan harapan masyarakat secara luas dapat menikmatinya dan meningkatkan perekonomian bahari. (**)

Bersama Polisi Jaga Jalur Penyeberangan di Pelabuhan Rakyat Pokmas Kelautan Banyuwangi Dukung WWF ke -10

BANYUWANGI - Sebagai wilayah penyangga yang memiliki garis pantai yang beririsan langsung dengan laut Bali. 

Banyuwangi menjadi kabupaten dengan potensi kerawanan mengimbangi titik utama pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke -10 di Bali yang akan digelar pada 18-25 Mei 2024.

Pelaksanaan, sejumlah kelompok masyarakat yang bernaung di pesisir pantai Banyuwangi turut memberikan dukungan kelancaran event internasional yang dihadiri sekitar 170 negara tersebut.

Salah satunya yang diinisiasi oleh Kelompok Masyarakat Pengawas Kelautan Pesona Bahari Jatim. 

Pokmas yang digawangi oleh Abdul Ajis ini secara aklamasi mendeklarasikan diri turut menjaga wilayah pesisir pantai sepanjang Watu Dodol yang berpotensi menjadi titik penyebrangan tikus.

Selaku ketua kelompok masyarakat sadar wisata dan peduli kelautan Abdul Ajis dan anggotanya menyatakan siap berperan aktif dalam meningkatkan koordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak baik TNI dan Polri.

Hal itu guna mewaspadai jalur jalur transportasi perairan alternatif (jalur tikus) yang ada di obyek wisata termasuk Grand Watu Dodol (GWD).

"Kami siap berkoordinasi dan berkolaborasi, memberikan berbagai informasi dan masukan yang dibutuhkan demi kelancaran gelaran internasional WWF Ke-10," tegas Ajis  di Pelabuhan ASDP Ketapang, Selasa (21/05/2024)

Menurut Ajis, sejumlah jalur tikus yang patut diwaspadai di antaranya jalur penyeberangan GWD, Jalur penyeberangan Bengkak Mangrove, jalur penyeberangan Pantai Cacalan, jalur penyeberangan Bimo Rejo dan jalur penyeberangan Pantai Cemara.

"Alhamdulillah saran masukan kami kepada Polri khususnya Polda Jatim diterima dan akan memberdayakan kami beserta unsur elemen masyarakat terampil lainnya,”ujar Ajis.

Ia juga akan menempatkan personel di titik-titik jalur penyeberangan alternatif tersebut sekaligus memberikan sosialisasi pentingnya menjaga menyukseskan kegiatan WWF demi kelestarian air.

Ajis menyatakan seluruh anggotanya sudah dibekali dengan kemampuan teknis penindakan pencegahan saat berada di lapangan. 

Bahkan, anggotanya juga secara khusus telah menerima edukasi terkait upaya penghadangan kelompok masyarakat tertentu yang berniat masuk ke Bali melalui jalur-jalur alternatif tersebut.

"Kami sudah paham modus dan ciri-ciri orang yang menyeberang, kami siap bekerja sama dengan polri dan kami akan dengan cepat menyampaikan kepada Polri dan TNI untuk diambil tindakan," tegasnya.

Kepedulian Pokdarwis Pesona Bahari tersebut selaras dengan tugas, misi dan visi mereka yang siap menjaga kelestarian air dari berbagai pencemaran dengan harapan masyarakat secara luas dapat menikmatinya dan meningkatkan perekonomian bahari. (**)

Keuskupan Denpasar Apresiasi Polri Berhasil Amankan World Water Forum

Bali – Keuskupan Denpasar menilai Polri berhasil mengamankan World Water Forum (WWF) Ke-10. Keuskupan menilai peserta merasa puas adanya pelayanan Polri.

"Setelah saya melihat, mendengar, Polri telah melakukan segalanya dengan bagus. Sehingga pertemuan ini berlangsung dengan aman dan pasti para peserta puas dengan pelayanan yang dilakukan oleh Polri," kata Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Denpasar Romo Yosef Wora, Rabu (22/5/2024).

Karena kesuksesan amankan WWF  Romo Yosef berharap kolaborasi Polri dengan TNI terus solid. Terlebih kedepan ada forum-forum selain WWF.

"Kalau pertemuan ini berhasil, kiranya TNI-Polri tetap solid untuk melakukan tugas pengamanan di pertemuan-pertemuan berikutnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri bersama TNI melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) di Gelanggang Olahraga (Gor) Yudomo, Kepaon, Denpasar, Bali, Jumat (17/5). Agenda tersebut dipimpin oleh Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan.

"TFG dilaksanakan untuk memberikan gambaran secara detail terhadap tugas dan fungsi pengamanan yang dilakukan personel di lapangan," ujar Kapolri sebagaimana dikutip dari Instagram resmi @listyosigitprabowo.

Kapolri mengatakan, TNI-Polri telah mengantisipasi gangguan keamanan dan situasi kontijensi. Hal ini dilakukan agar WWF berjalan aman dan lancar.

"Kami telah mempersiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta situasi kontijensi agar penyelenggaraan WWF ini dapat berjalan aman dan lancar," katanya.

Lebih lanjut, Kapolri memastikan seluruh unsur pengamanan WWF dapat berjalan dengan baik. "Kami memastikan seluruh unsur pengamanan baik personel, sarana prasarana, dan metode pengamanan dapat berjalan dengan baik," tuturnya.

Kapolri mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan agenda internasional ini. Kapolri menilai kesuksesan WWF merupakan salah satu pijakan menuju Indonesia Emas 2045.

"Mari bersama sukseskan WWF ke-10 di Bali, sebagai salah satu pijakan pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Polri Ungkap Keberhasilan Amankan World Water Forum ke-10 di Bali

Polri terlibat dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. Penyelenggaraan event internasional yang dihadiri beberapa kepala negara dan delegasi sejauh ini terbilang cukup aman dan sukses.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keberhasilan Polri mengamankan penyelenggaraan KTT WWF tak terlepas dari persiapan yang matang.

"Bapak Kapolri selalu menginstruksikan ke Kaops Puri Agung dengan konsep perencanaan dengan matang termasuk bagaimana manajemen risiko dalam operasional kepolisian dan bagaimana mengantisipasinya, maka implementasi saat ini alhamdulilah situasi baik kondusif dan terselenggara dengan lancar," kata Trunoyudo di Bali, Rabu (22/5/2024).

Kemudian, kata Trunoyudo, konsep operasi pengamanan yang dilakukan Polri adalah operasional terpadu sinergi antara Paspampres, TNI, dan Stakeholder Kementerian Lembaga.

"Kemudian di ruangan inilah (command center) dilakukan dinamisator oleh Kaposko yang kemudian bagaimana menggerakan seluruh pola pengamanan baik itu secara internal dengan satgas yang ada di Operasi Puri Agung serta pemangku kepentingan lainnya," ujarnya.

Trunoyudo yang juga menjabat Kasatgas Humas Operasi Puri Agung menyampaikan beberapa apresiasi dari tokoh masyarakat, agama, adat di Bali termasuk delegasi dan beberapa pimpinan Kementerian Lembaga dengan keramahan yang dilakukan anggota Polri dalam pengamanan.

Menurutnya, keramahan ini juga berasal dari masyarakat Bali yang memberikan suatu pengertian dan menjadi kultur ramah tamah sehingga delegasi juga nyaman.

"Selain sinergi dan kolaboratif juga tidak luput dari tokoh-tokoh di Bali sehingga situasi menjadi nyaman dan lancar," katanya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menuturkan, pengamanan yang dilakukan Polri dalam penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ini adalah agenda rutin kepolisian setiap adanya event internasional di Indonesia.

"Polri selalu dilibatkan dalam event-event internasional tidak hanya di bali. Polri juga mengamankan event di Jakarta, Danau Toba dan berbagai event internasional. Tentu menjadi kewajiban tugas pokok, fungsi dan peran Polri," ucapnya.

Harapannya, dengan adanya penyelenggaraan event WWF ini, Trunoyudo mengatakan generasi muda dapat melestarikan dan merawat alam serta air di masa mendatang.

"Untuk harapan tentu menjadi isu krusial salah satunya air. Menuju Indonesia emas generasi muda menjadi saksi sejarah sehingga ke depan Presiden Indonesia mengharapkan generasi penerus bisa melestarikan dan merawat alam dan air secara khususnya," katanya.

Sapa Pengungsi Banjir Bandang Sumbar, Ketum Bhayangkari Hibur Anak-anak Pengungsi

Ketua Umum Bhayangkari, Juliati Listyo Sigit, mengunjungi Posko Pengungsian Banjir Bandang Gunung Marapi di Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). Juliati menyapa warga yang terdampak bencana alam tersebut, terutama kaum ibu dan anak-anak. 

Dilihat dari video SSDM Polri, Selasa (21/5/2024), Juliati bersama rombongan bhayangkari lainnya juga membagikan bingkisan bantuan berupa sembako untuk pengungsi dewasa. Pengungsi anak-anak turut diberi hadiah. 

"Siapa yang bisa nyanyi lagu 17 Agustus?" tanya Juliati pada anak-anak di pengungsian.

Anak-anak tersebut langsung mengangkat tangan, berebut agar ditunjuk bernyanyi. "Wah semuanya bisa," sambung Juliati sambil tersenyum.

Seorang anak perempuan dengan percaya diri bernyanyi di hadapan Juliati dan rombongan bhayangkari. Anak-anak memang termasuk sasaran proses pemulihan trauma pascabencana. Saat sesi trauma healing pada anak dengan panggung hiburan sederhana.

Nampak istri dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini ikut bernyanyi sambil bertepuk tangan di belakang anak perempuan tersebut.

Kegiatan trauma healing ini juga dilakukan tim SSDM Polri, yang dipimpin Psikolog Utama TK. II Ropsi SSDM Polri Brigjen Pol Dra Desy Andriani. Pada Minggu (19/5), mereka mendatangi lokasi terdampak bencana banjir lahar dingin di Posko Pengungsian Sungai Jambu, Batusangkar, Sumbar. 

Sebanyak 504 penyintas bencana banjir bandang Gunung Marapi mendapatkan treatment trauma healing pada kegiatan ini. SSDM Polri, dalam keterangannya, menyebut dukungan psikososial bagi korban terdampak dan relawan kemanusiaan setempat sangat diperlukan untuk menurunkan tingkat stres menghadapi dampak dari bencana alam ini.

Selasa, 21 Mei 2024

Polres Tulungagung Amankan 10 tersangka Kasus Judi Salah Seorang Diantaranya Selebgram

TULUNGAGUNG –  Polres Tulungagung Polda Jatim mengamankan seorang selebgram berinisial JP (28) yang diduga mempromosikan sejumlah situs judi online slot.

Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan pengungkapan dugaan kasus judi online slot tersebut hasil dari patroli siber yang dilakukan oleh petugas.

“Hasil patroli Cyber, didapati tersangka JP ini sedang mempromosikan situs judi online pada akun media sosial,”kata AKBP Arsya, Selasa (21/5).

Kapolres Tulungagung ini menjelaskan bahwa tersangka JP menerima upah senilai 25 juta dalam 1 bulan untuk mempromosikan situs judi online slot.

“Kami masih tidak lanjuti dan akan mengoptimalkan cyber patroli termasuk orang lain di wilayah Tulungagung yang ikut berkolaborasi,”ujar AKBP Arsya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Muhammad Nur mengatakan bahwa selebgram tersebut telah mempromosikan situs judi online slot itu selama 6 bulan.

Selain kasus judi online slot, Polres Tulungagung juga telah mengungkap sejumlah tindak pidana perjudian yang lain di wilayah Tulungagung.

“Kami berhasil mengungkap 9 (Sembilan) peristiwa tindak pidana perjudian termasuk sabung ayam di wilayah Polres Tulungagung dengan jumlah 10 tersangka”, ujarnya.

Untuk judi togel mengamankan 7 pelaku yang dimanakan oleh Polsek jajaran, judi sabung ayam mengamankan 2 orang dan judi online 1 orang.

“Pasal yang dikenakan untuk judi togel dan judi sabung ayam Pasal 303 KUHP, sedangkan judi online dikenakan Pasal 45 Ayat (3) JO Pasal 27 Ayat 2 UU RI No. 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) KE-1 KUHP ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara”, pungkasnya. (*)

Sukseskan WWF 2024, Personel Gabungan Polres Lumajang Patroli KRYD di Terminal Minak Koncar

LUMAJANG – Sejumlah Bus Antar Kota Antar Provinsi yang bertujuan ke Bali diperiksa oleh petugas gabungan Polres Lumajang yang bersinergi dengan TNI dan Dinas Perhubungan setempat di Terminal Minak Koncar Lumajang.

Dengan humanis, petugas tampak berdialog dengan sejumalah penumpang yang bertujuan ke Bali dan juga kepada awak bus.

Kapolres Lumajang AKBP Mohammad Zainur Rofik, S.I.K melalui Kasihumas Polres Lumajang Ipda Sugiarto, S.H., mengatakan kegiatan patroli dialogis ini adalah bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan ( KRYD ) oleh Polres Lumajang.

KRYD tersebut kata Ipda Sugiarto, dalam rangka upaya imbangan atas Operasi Puri Agung 2024 untuk pengamanan penyelanggaraan World Water Forum (WWF) ke -10 di Nusa Dua – Bali.

“Upaya ini dalam rangka imbangan Operasi Puri Agung 2024 pengamanan World Water Forum (WWF) yang diselenggarakan di Bali,”kata Iptu Sugiarto.

Pengamanan dengan mengedepankan dialogis secara humanis dilakukan personel gabungan TNI – Polri dan Dishub menyasar pada bus keberangkatan tujuan Bali. 

“Tetap dengan humanis, kami lakukan pengecekan terhadap penumpang serta barang bawaan penumpang bus,”terang Iptu Sugiarto.

Hal itu lanjut Iptu Sugiarto, untuk antisipasi adanya orang maupun barang yang berpotensi dapat menganggu kamtibmas pada pelaksanaan WWF 2024 di Bali.

Kepada para penumpang dengan tujuan Bali, Polisi juga menghimbau untuk turut serta menjaga keamanan, ketertiban guna mensukseskan acara internasional World Water Forum (WWF) ke-10 yang  digelar di Bali mulai 18-25 Mei 2024.

“Mari kita jaga bersama nama baik bangsa dan negara kita dengan mewujudkan event Internasional ini di Bali berjalan aman, lancar dan kondusif,” ujarnya.

Iptu Sugiarto berharap melalui pengamanan berupa patroli dialogis baik kepada kru bus maupun penumpang bus di terminal minak koncar ini, dapat meminimalisir terjadinya gangguan kamtibmas selama acara WWF 2024 di Bali. (*)

Polda Jatim Ungkap Motif Tersangka AP yang Teror Teman Wanitanya Sejak SMP

SURABAYA – Subdit V Siber, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur akhirnya menetapkan pemuda berinisial AP (28 ) yang meneror teman perempuan yang berinisial NR (27). 

Tersangka meneror NR melalui media sosial mulai dari tahun 2016 hingga 2024 karena cintanya berkali-kali ditolak oleh NR.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat ( Kabidhumas) Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto saat menggelar konferensi pers di Polda Jatim, Selasa (21/5).

“Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim akhirnya menetapkan saudara AP (28) ini sebagai tersangka,”kata Kombes Pol Dirmanto.

Diperiksanya AP kata Kombes Dirmanto setelah tersangka dilaporkan oleh korban karena merasa ketakutan dan resah terhadap perbuatan tersangka.

“Jadi saat ini tersangka AP resmi ditahan di rutan Polda Jatim untuk proses hukum lebih lanjut,”ujar Kombes Dirmanto.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Kepala Subdit V Siber pada Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Charles Tampubolo  menjelaskan dari hasil patroli Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, pada tanggal 17 Mei 2024 lalu, ditemukan beberapa bukti atas perbuatan tersangka AP.

“Kami merespon laporan dari korban, lalu melakukan penyelidikan dan menemukan perbuatan penguntitan dan pentransmisian konten asusila, melalui media sosial X, yang dilakukan oleh tersangka,”jelas AKBP Charles.

Setelah memperoleh beberapa bukti, Polisi selanjutnya melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap pelaku.

“Saudara AP kami amankan karena diduga telah melakukan kejahatan tindak pidana ITE kesusilaan dan pengancaman, atau tindak pidana kekerasan seksual dan pornografi,”terang AKBP Charles.

Masih kata AKBP Charles, bahwa tersangka AP diduga melakukan penyebaran konten asusila dan pengancaman atau pornografi melalui media sosial twitter dan Instagram. 

Masih kata AKBP Charles, bahwa pelaku merupakan teman SMP korban sejak tahun 2016 sampai 2024,pelaku meneror korban dengan menggunakan 420 akun media sosial yang berbeda untuk menguntit dan meneror korban.

“Jadi pelaku ini secara terus menerus menghubungi korban lalu mengajak menikah, bahkan mengirimkan foto yang tak pantas dan melecehkan secara verbal,”jelas AKBP Charles.

Selain itu lanjut AKBP Charles, pelaku juga sempat beberapa kali mendatangi rumah korban, sehingga korban merasa ketakutan.

“Atas dasar hal tersebut korban menceritakan kisahnya di media sosial twitter dan mendapatkan banyak respon dari warganet,”ungkap AKBP Charles.

Lebih lanjut, AKBP Charles Tampubolon menjelaskan, pengancaman yang dilakukan oleh pelaku tidak hanya pada korban, tetapi juga kepada rekanan korban yang berusaha mendekati korban sebagai kekasih korban.

"Jadi motifnya selain mendapatkan perhatian dari korban, juga untuk supaya mau menikah dengan pelaku," kata AKBP Charles.

Akibat ulahnya, kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terancam hukuman 6 tahun penjara. 

"Kita sangkakan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 45B jo Pasal 29 ayat (1). Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau denda 1 Milyar rupiah," pungkasnya. (*)

CCTV Pelabuhan ASDP Ketapang Ditambah, Polisi 24 jam Awasi Penyeberang Selama WWF di Bali

BANYUWANGI : Selain penambahan jumlah personel oleh Polda Jatim, CCTV di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ditambah untuk optimalisasi pengawasan penumpang yang menyeberang selama gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. 

Penambahan CCTV juga sebelumnya telah diatensi oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Fadil Imran saat melakukan pemantauan di Pelabuhan Ketapang pada 10 Mei 2024.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Imam Sugianto,M.Si saat berada di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi.

“Sudah dipenuhi, bahkan ada penambahan (CCTV) di pintu masuk (pelabuhan),” kata Irjen Pol Imam Sugianto, Selasa (21/05/2024)

Penambahan CCTV di titik-titik strategis digunakan untuk memantau seluruh calon penumpang dan kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali.

"Ada 58 titik CCTV yang tersebar di Pelabuhan Ketapang,” ujar Kapolda Jatim.

Irjen Pol Imam berharap dengan penambahan CCTV dapat mengoptimalkan pengamanan yang telah disiagakan sehingga WWF di Nusa Dua, Bali dapat berjalan dengan aman dan nyaman. 

Sementara itu, General Manager ASDP Ketapang Syamsudin mengatakan ada 8 titik CCTV tambahan yang tersebar di Pelabuhan Ketapang sesuai arahan Kabaharkam Polri.

Termasuk di antaranya juga perbaikan posisi CCTV yang dapat mendukung pengawasan wajah para calon penumpang kapal. 

“Kami mendukung gelaran WWF, kami sudah bekerja dari jauh-jauh hari,” ujar Syamsudin.

Ia menjelaskan ASDP juga serius mendukung pengamanan Polri dan berharap gelaran WWF yang berlangsung pada 18-25 Mei 2024 berjalan lancar dan aman. (*)

Ditresnarkoba Polda Jatim Gelar Road Show Upaya Cegah Tangkal Penyalahgunaan Narkotika

GRESIK – Direktorat Reserse Narkoba ( Ditresnarkoba) kembali menggelar road show dalam rangka mencegah generasi penerus bangsa terebak dalam lingkaran Narkoba.

Kali ini dengan menggandeng Forkopimda Kabupaten Gresik dan mengundang pelajar dari berbagai sekolah di 10 Kabupaten dan Kota, Ditresnarkoba Polda Jatim menggelar sosialisasi di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro Gresik, Selasa (21/5).

Adapun pelajar yang hadir dari Surabaya sebanyak 58 sekolah, Gresik 30 sekolah, Lamongan 35 sekolah, Tuban 28 sekolah, Bojonegoro 22 sekolah, Bangkalan 21 sekolah, Sampang 19 sekolah, Pamekasan 19 sekolah dan Sumenep 18 sekolah.

Dari jumlah keseluruhan 250 sekolah tersebut sedikitnya 500 pelajar dan 250 guru pendamping hadir mengikuti kegiatan road show Ditresnarkoba Polda Jatim yang bertujuan Sosialisasi Membangun Daya Cegah dan Daya Tangkal Penyalahgunaan Narkotika.

Direktur Reserse Narkoba ( Dirresnarkoba) pada Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim,Kombes Pol Robert Dacosta mengatakan,road show dalam mensosialisasikan bahaya narkoba kepada generasi muda ini sebelumnya juga sudah dilaksanakan di beberapa wilayah di Jawa Timur.

“Sosialisasi ini merupakan upaya Polda Jatim untuk menciptakan generasi bangsa yang bersih dari narkoba, terutama bagi para pelajar,”kata Kombes Pol Robert, Selasa (21/5).

Apalagi anak-anak yang masih sekolah, kata Kombes Pol Robert saat ini sering menjadi sasaran para bandar narkoba karena mereka mudah dipengaruhi.

Untuk itu kata Kombes Pol Robert, Ditresnarkoba Polda Jatim menggandeng Forkompimda dan pihak sekolah melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba. 

Didalam sosialisasi tersebut narasumber juga menyampaikan bagaimana para Bandar membujuk generasi muda untuk terjerumus kedalam jurang peredaran narkoba.

Dengan sosialisasi para pelajar dan guru bisa mengetahui cara Bandar membujuk dan merayu untuk memakai narkoba.

“Dengan mengetahui cara licik para bandar narkoba ini,kita harapkan anak – anak kita bisa melakukan pencegahan dan tidak sampai salah jalan,”ujar Kombes Pol Robert.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani mengucapkan terima kasih kepada Polda Jatim dan Polres Gresik, sebab Polri telah menjadikan kabupaten Gresik sebagai tuan rumah sosialisasi ini.

“Artinya kita masih diberi perhatian oleh Polri dalam hal ini Polda Jatim dan Polres Gresik agar menjadi kota bebas dari narkoba,”kata Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani.

Ia juga menjelaskan pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Polres Gresik dan BNN Kabupaten Gresik untuk melakukan tes urine secara berkala terutama di lingkungan pemerintahan dan kalangan pelajar SMA.

Hal ini kata Gus Yani adalah dalam rangka komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memerangi Narkoba sehingga Gresik bisa bersih dari peredaran Narkoba.

“Kita akan mulai dari lingkungan pemerintahan Kabupaten Gresik untuk itu kita sudah melakukan kerjasama dengan pihak Polres dan BNN Kabupaten Gresik untuk melakukan tes urine secara berkala,”ungkap Gus Yani.

Kepada ratusan pelajar yang hadir Gus Yani juga berpesan tentang bahaya narkoba dan pergaulan bebas.

Bupati Gresik berpesan ketika ingin menjadi orang yang sukses jangan pernah mencoba narkoba dengan alasan apapun.

“Kita tadi juga menyampaikan boleh nakal tapi jangan sampai salah jalan, untuk itu Stop narkoba tanpa negoisasi apapun karena narkoba tentu bisa menjadi penghalang bagi generasi bangsa,”pungkasnya. (*)

Tebar Kebahagiaan, Kapolrestabes Surabaya Kembali Gelar Sarapan Bareng Abang Becak

SURABAYA – Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Pasma Royce S.I.K, M.H. pagi ini kembali berbagi kebahagiaan dengan mengajak sarapan bersama Abang becak dilanjutkan dengan berbagi sembako di Lapangan A Mapolrestabes Surabaya, Polda Jatim, Selasa (21/5/2024) 

Ratusan abang becak pun serentak datang ke Mapolrestabes Surabaya memenuhi undangan sarapan bareng Kapolrestabes Surabaya yang hadir didampingi dengan Pejabat Utama (PJU) untuk langsung menyapa para abang becak.

Terlihat begitu antusias para abang becak datang di acara ini, disediakan juga kopi dan teh hangat sebelum sarapan pagi bersama dimulai.

Dalam kesempatan ini, Kombes Pol Pasma Royce menyampaikan bahwa acara ini merupakan sinergitas menciptakan hubungan yang lebih erat dengan para abang becak untuk turut andil dalam menjaga Kambtibmas di kota Surabaya.

"Mudah mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat dan berkah untuk semuanya serta menambah kebahagiaan bagi keluarga para abang becak di rumah,”ujar Kombes Pol Pasma.

Kapolrestabes Surabaya juga meminta doa kepada para Abang becak sebelum berangkat ibadah haji, agar dimudahkan segala sesuatunya dan menjadi haji yang mabrur.

Terakhir, seluruh abang becak  mengucapkan rasa terimakasih kepada jajaran Polrestabes Surabaya terutama Kapolrestabes Surabaya yang selalu menjaga silaturahmi dan peduli pada masyarakat terutama pada Abang becak dengan acara rutin sarapan bareng dan berbagi sembako ini. (*)

IPW Sebut Langkah Polri Sudah Tepat di Kasus Vina, Masyarakat Jangan Termakan Hoaks

Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah Mabes Polri di kasus pembunuhan Vina sudah tepat dan meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyambut baik langkah pengerahan tim Bareskrim Polri sebagai asistensi penyidikan yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat. 

Sugeng meyakini dengan adanya bantuan dari Mabes Polri tersebut, dapat semakin mempercepat pengungkapan ketiga pelaku kasus pembunuhan Vina yang masih tersisa.

"Polri melalui Bareskrim merespon dengan sangat baik. Menurunkan tim untuk mengasistensi Polda Jawa Barat menyidik kembali kasus Vina dan Eki," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/5/2024). 

Di sisi lain, ia menyebut Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat sebelumnya juga mempunyai rekam jejak yang baik karena berhasil mengungkap kasus pembunuhan Subang yang sempat tidak terpecahkan.

"Artinya Polda Jawa Barat punya kemampuan, oleh karena itu kita dorong agar Bareskrim bisa ikut membantu Polda Jawa Barat membantu mengejar ketiga DPO," jelasnya. 

Lebih lanjut, Sugeng juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi hoaks yang beredar di media sosial terkait kasus yang terjadi pada 2016 silam.

Menurutnya penyebaran hoaks seperti itu hanya akan semakin memperkeruh keadaan dan menyulitkan proses penyidikan yang dilakukan Polda dan Bareskrim Polri. 

Ia lantas meminta agar masyarakat dapat bersabar dan menunggu serta mendukung proses penyidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian bisa terang-benderang.

"IPW mendukung proses penyidikan yang sedang dilakukan dan mendorong masyarakat agar dalam proses ini kita menunggu hasil dari Bareskrim dan Polda Jawa Barat," pungkasnya.

Soal Kasus Vina, Anggota DPR Yakin Polisi dapat Tuntaskan: Jangan Terprovokasi!

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Mohammad Rano Al Fath yakin bahwa pihak kepolisian dapat mengungkap kasus pembunuhan terhadap Vina dan kekasihnya Eki pada 2016 silam yang kini kembali mencuat usai film kematian korban ditayangkan.

Al Fath menuturkan, dalam pengungkapan kasus ini, Polda Jawa Barat dibantu dengan Bareskrim Polri. Dengan begitu, ia pun yakin proses penyelidikan akan berjalan komprehensif dan transparan.

"Saat ini Bareskrim sudah turun tangan untuk memberikan petunjuk dalam penyelidikan kasus ini. Saya yakin bahwa dengan kehadiran Bareskrim, proses penyelidikan akan berjalan lebih komprehensif dan transparan," kata Al Fath kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).

Ia pun berharap dengan turunnya Bareskrim, semua bukti yang relevan dapat terungkap. Sehingga nantinya dalam kasus ini memberikan kepastian hukum yang adil bagi semua pihak yang terlibat.

"Polri sekarang sudah dilengkapi dengan personel maupun teknologi yang jauh lebih mumpuni dibanding 8 tahun lalu, jadi saya minta kita bisa optimalkan penggunaan sumber daya Polri untuk menahan DPO tersangka kasus dan membongkar kasus ini hingga akarnya," katanya.

Dalam kesempatan ini, ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pihak berwenang dalam menjalankan tugasnya, serta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Kami di Komisi III akan terus memantau jalannya proses hukum ini dan memastikan bahwa keadilan akan ditegakkan tanpa pandang bulu," katanya.

Soal Kasus Vina, Anggota DPR Yakin Polisi dapat Tuntaskan: Jangan Terprovokasi!

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Mohammad Rano Al Fath yakin bahwa pihak kepolisian dapat mengungkap kasus pembunuhan terhadap Vina dan kekasihnya Eki pada 2016 silam yang kini kembali mencuat usai film kematian korban ditayangkan.

Al Fath menuturkan, dalam pengungkapan kasus ini, Polda Jawa Barat dibantu dengan Bareskrim Polri. Dengan begitu, ia pun yakin proses penyelidikan akan berjalan komprehensif dan transparan.

"Saat ini Bareskrim sudah turun tangan untuk memberikan petunjuk dalam penyelidikan kasus ini. Saya yakin bahwa dengan kehadiran Bareskrim, proses penyelidikan akan berjalan lebih komprehensif dan transparan," kata Al Fath kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).

Ia pun berharap dengan turunnya Bareskrim, semua bukti yang relevan dapat terungkap. Sehingga nantinya dalam kasus ini memberikan kepastian hukum yang adil bagi semua pihak yang terlibat.

"Polri sekarang sudah dilengkapi dengan personel maupun teknologi yang jauh lebih mumpuni dibanding 8 tahun lalu, jadi saya minta kita bisa optimalkan penggunaan sumber daya Polri untuk menahan DPO tersangka kasus dan membongkar kasus ini hingga akarnya," katanya.

Dalam kesempatan ini, ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pihak berwenang dalam menjalankan tugasnya, serta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Kami di Komisi III akan terus memantau jalannya proses hukum ini dan memastikan bahwa keadilan akan ditegakkan tanpa pandang bulu," katanya.

*Apresiasi Pelaku Usaha Atas Pengamanan World Water Forum Ke-10 di Bali*

Bali – Kegiatan World Water Forum Ke-10 di Bali memberikan dampak positif kepada pelaku pariwisata dan usaha di Bali, Hal ini dirasakan pengelola hotel di tengah berlangsungnya event internasional World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.

Menurut General Manager Hotel The Nest dan Agranusa Signature Villa, Fajri Roesman, mengatakan per hari ini, Selasa (21/5/2024), tingkat okupansi atau keterisian The Rani Hotel telah mencapai 100%. Kondisi itu bertahan hingga Jumat (25/5) esok.

"World Water Forum (WWF) sangat berdampak positif kepada hotel kami dan vila kami, karena mulai dari tanggal 15 sampai dengan 25 Mei hotel kami sudah full seratus persen untuk tingkat hunian," ujarnya, Selasa.

Fajri turut mengapresiasi pengamanan yang dilakukan oleh Polri atas kelancaran WWF. Polri dinilai sudah bekerja maksimal dan profesional dalam mengamankan agenda internasional ini.

Dikatakan Fajri, amannya Bali saat pelaksanaan WWF menarik minat para wisatawan mancanegara maupun domestik untuk datang. Menurutnya, tak hanya para delegasi WWF yang saja yang datang ke Bali.

"Semua berlangsung berkat koordinasi dan kerjasama dan pengaturan yang dilakukan oleh Polri, sangat luar biasa," tuturnya.

Senada, General Manager The Rani Hotel Bali, Tjen Ole Mohamad Soleh, menganggap WWF bisa memberikan dampak positif terhadap okupansi hotel di kawasan Kuta Bali. Tak, terkecuali hotel miliknya yang juga mengalami peningkatan okupansi.

Menurut Tjen, peningkatan okupansi tersebut tak lepas dari pengamanan maksimal oleh Polri dalam event WWF. Tjen mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri terkait pengamanan.

"Tentunya pengamanan Polri sangat maksimal sekali ya, untuk pengamanan keberlangsungan acara World Water Forum internasional tersebut," ujarnya.

Karena itu, Tjen berterima kasih kepada Polri dan instansi terkait atas pengamanan yang dilakukan sejauh ini. 

"Terima kasih untuk Polri dan instansi terkait karena telah melakukan dan melaksanakan acara pengamanan untuk World Water Forum tersebut ini berjalan dengan lancar dan baik, dan sesuai harapan kita semua," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri dan TNI melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) di Gelanggang Olahraga (Gor) Yudomo, Kepaon, Denpasar, Bali, Jumat (17/5). Agenda tersebut dipimpin oleh Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan.

"TFG dilaksanakan untuk memberikan gambaran secara detail terhadap tugas dan fungsi pengamanan yang dilakukan personel di lapangan," ujar Kapolri sebagaimana dikutip dari Instagram resmi @listyosigitprabowo.

Kapolri mengatakan, Polri telah mengantisipasi gangguan keamanan dan situasi kontijensi. Hal ini dilakukan agar WWF berjalan aman dan lancar.

"Kami telah mempersiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta situasi kontijensi agar penyelenggaraan WWF ini dapat berjalan aman dan lancar," katanya.

Lebih lanjut, Kapolri memastikan seluruh unsur pengamanan WWF dapat berjalan dengan baik. "Kami memastikan seluruh unsur pengamanan baik personel, sarana prasarana, dan metode pengamanan dapat berjalan dengan baik," tuturnya.

Kapolri mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan agenda internasional ini. Kapolri menilai kesuksesan WWF merupakan salah satu pijakan menuju Indonesia Emas 2045.

"Mari bersama sukseskan WWF ke-10 di Bali, sebagai salah satu pijakan pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Sebagai informasi, WWF dibuka oleh Presiden Jokowi pada Senin (20/5) di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua. Di hari yang sama, terdapat high level-meeting dan kunjungan para pemimpin negara dan organisasi internasional ke Tahura Ngurah Rai.

Mantan Kabareskrim Minta Publik Sabar dan Tak Berasumsi Terkait Kasus Vina

JAKARTA - Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Ito Sumardi turut menyoroti perkembangan kasus pembunuhan pasangan kekasih Vina dan Eki yang terjadi di Cirebon, Jawa Barat, pada 2016 silam.

Dia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu dan menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan kasus tersebut kepada Polda Jawa Barat.  "Saya kira kita perlu menunggu proses penyidikan, sambil menunggu kita harus menghindari sangkaaan kepada orang yang tidak didukung dengan buki yang cukup. Karena ini memiliki konsekuensi hukum," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/5/2024).

Di sisi lain, Ito mengatakan Mabes Polri atau dalam kasus ini Bareskrim juga telah ikut memberikan bantuan berupa asistensi kepada penyidik Polda Jawa Barat. Kendati demikian, Ito mengakui pengungkapan kasus Vina menjadi tantangan tersendiri bagi penyidik.

Pasalnya, kata dia, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Agustus 2016 atau sekitar 8 tahun yang lalu. Sehingga, menurutnya diperlukan ketelitian untuk menelusuri kembali kasus tersebut.

"Tentunya Polda harus meruntut dari kejadian 8 tahun yang lalu yang memang tidak mudah. Karena penyidiknya sudah pindah, pimpinan yang sudah pindah, dan juga banyak faktor yang bisa terjadi distorsi," jelasnya. 

Oleh sebab itu, Ito mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan menimbulkan pelbagai spekulasi di media sosial dan menunggu informasi resmi dari aparat yang berwenang. 

"Kalau kita mengatakan seolah-olah orang itu terlibat tapi belum didukung oleh bukti-bukti tentunya ada konsekuensi hukum," tuturnya.

Senin, 20 Mei 2024

*WWF Aman dan Kondusif, Menteri PUPR Apresiasi Pengamanan TNI-Polri*

Bali – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menilai berjalannya World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali sejauh ini berjalan aman dan kondusif. Dia mengapresiasi pengamanan yang dilakukan TNI-Polri dalam acara yang melibatkan ratusan delegasi mancanegara ini.

Menurut Menteri Basuki, kondusifitas tersebut tercermin saat Presiden World Water Council (WWC) Loïc Fauchon hadir di tengah WWF. Dia menilai Bali tidak ada gangguan sama sekali.

"Sampai dengan beliau (Presiden WWC) meninggalkan bandara semua berjalan baik sekali," ujar Menteri Basuki, Senin (20/5/2024).

Menteri Basuki mengapresiasi kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima Jenderal Agus Subiyanto yang selalu memantau pelaksaan WWF dari Denpasar. 

"Denpasar aman, sangat aman dan kondusif sekali untuk para peserta WWF ini," ujarnya.

Tak hanya itu, Basuki mengatakan bahwa Presiden World Water Council (WWC) Loïc Fauchon menyebut pelaksanaan WWF kali ini adalah yang terbaik.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri bersama TNI melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) di Gelanggang Olahraga (Gor) Yudomo, Kepaon, Denpasar, Bali, Jumat (17/5). Agenda tersebut dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan

"TFG dilaksanakan untuk memberikan gambaran secara detail terhadap tugas dan fungsi pengamanan yang dilakukan personel di lapangan," ujar Kapolri sebagaimana dikutip dari Instagram resmi @listyosigitprabowo.

Kapolri mengatakan, TNI-Polri telah mengantisipasi gangguan keamanan dan situasi kontijensi. Hal ini dilakukan agar WWF berjalan aman dan lancar.

"Kami telah mempersiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta situasi kontijensi agar penyelenggaraan WWF ini dapat berjalan aman dan lancar," katanya.

Lebih lanjut, Kapolri memastikan seluruh unsur pengamanan WWF dapat berjalan dengan baik. 

"Kami memastikan seluruh unsur pengamanan baik personel, sarana prasarana, dan metode pengamanan dapat berjalan dengan baik," tuturnya.

Kapolri mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan agenda internasional ini. Kapolri menilai kesuksesan WWF merupakan salah satu pijakan menuju Indonesia Emas 2045.

"Mari bersama sukseskan WWF ke-10 di Bali, sebagai salah satu pijakan pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Sebagai informasi, WWF dibuka oleh Presiden Jokowi pada Senin (20/5) di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua.

Di hari yang sama, terdapat high level-meeting dan kunjungan para pemimpin negara dan organisasi internasional ke Tahura Ngurah Rai.

Polres Probolinggo Tingkatkan Pengamanan Obyek Vital PLTU Paiton Dukung WWF ke-10 di Bali

diPROBOLINGGO,-  Opening Ceremony World Water Forum (WWF) ke 10 Tahun 2024 di Bali telah digelar, Senin (20/5).

Untuk memastikan transmisi kelistrikan kegiatan tersebut aman, Polres Probolinggo Polda Jawa Timur meningkatkan pengamanan di obyek vital PLTU Paiton. 

Pengamanan itu dilakukan personel dari Satpamobvit Polres Probolinggo Polda Jatim.

Bersinergi dengan TNI dan  satpam PLTU Paiton, Satpamobvit Polres Probolinggo Polda Jatim juga melakukan pemeriksaan kendaraan yang akan masuk di Pos GITET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi). 

Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengatakan bahwa peningkatan keamanan ini untuk mengimbangi pengamanan Operasi Puri Agung 2024 guna mendukung kegiatan World Water Forum (WWF) ke 10 Tahun 2024 di Bali.

"PLTU Paiton merupakan pemasok kelistrikan untuk wilayah Jawa-Bali, mengingat posisinya berada di Kabupaten Probolinggo, oleh karena itu kami mempunyai tanggung jawab untuk memastikan keamanannya," kata Kapolres Probolinggo, Senin (20/5/2024). 

Dikesempatan yang sama, Kasat Pamobvit AKP Didik Siswanto menerangkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan WWF ke 10 Bali, pihaknya meningkatkan pengamanan di PLTU Paiton melalui pemeriksaan kendaraan, patroli dikawasan PLTU Paiton  dan  pemantauan melalui CCTV. 

“Kami meningkatkan keamanan terhadap sasaran baik orang maupun barang yang berpotensi mengganggu Kamtibmas,” tutur Kasat Pamobvit. 

AKP Didik juga berharap dukungan semua masyarakat terhadap kegiatan World Water Forum ke 10 Tahun 2024 di Bali, sehingga kegiatan internasional tersebut berjalan dengan lancar dan sukses. 

"Semoga event internasional World Water Forum ke 10 di Bali berjalan lancar dan sukses, membawa nama baik Indonesia di dunia Internasional," pungkas AKP Didik. (*)

Polres Magetan Gencarkan Pembinaan Karakter dan Edukasi Anti-Bullying untuk Pelajar

MAGETAN - Bullying atau perundungan bagian dari kenakalan remaja, masih menjadi isu yang meresahkan di dunia pendidikan.

Hal ini mendorong Polres Magetan Polda Jatim melalui Satuan Unit Kamsel Lalu Lintas untuk bergerak aktif dalam upaya pencegahannya. 

Dengan melakukan pembinaan karakter, sosialisasi dan edukasi, Unit Kamsel Polres Magetan Polda Jatim menyasar para pelajar untuk membangun kesadaran dan pemahaman tentang bahaya bullying. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Muhammadiyah, Jalan Tamrin, Magetan, Selasa (21/5/2024), dan diikuti oleh ratusan siswa kelas 5 dan 6.,

Kanit Kamsel (Keamanan dan Keselamatan) Polres Magetan, Aiptu Benny M Sinsu, menegaskan pentingnya perhatian serius dari pihak sekolah, guru, dan orang tua dalam memerangi bullying. 

"Stop bullying dan perundungan di dunia pendidikan!, Dampak negatifnya tidak hanya jangka pendek, tetapi juga jangka panjang, dan dapat mengganggu perkembangan anak-anak yang menjadi korban," tegas Aiptu Benny.

Lebih lanjut, Aiptu Benny menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan penindasan yang sering dilakukan secara berkelompok di lingkungan sekolah. 

Kelompok pelaku bullying biasanya merasa berkuasa dan menganggap anak lain lebih lemah.

Bentuk bullying dapat berupa tindakan verbal, fisik, ataupun sosial, baik di dunia nyata maupun dunia maya. 

Hal ini dapat membuat korban merasa tidak nyaman, sakit hati, dan tertekan, baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok.

Dampak jangka pendek bullying bagi pelajar adalah rasa tertekan dan rendah diri. Sedangkan dampak jangka panjangnya dapat mengganggu perkembangan mental dan masa depan korban.

"Oleh karena itu, mari kita bersama-sama hentikan bullying,”tegas Aiptu Benny.

Menurut Aiptu Benny, Guru harus memberikan arahan dan pengawasan terhadap pelajar di sekolah. 

Sementara Orang tua juga harus aktif memberikan perhatian kepada anak-anak dan peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada mereka.

Masih menurutnya Aiptu Benny bullying di sekolah dapat dihindari jika semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat, peduli dan selalu memberikan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak.

"Dengan kerjasama dan kepedulian semua pihak, kita ciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh anak-anak," pungkasnya. (*)

Kapolres Pacitan Ajak Media Bangun Sinergi untuk Pacitan Lebih Baik

PACITAN- Dalam rangka mempererat hubungan dan sinergi dengan media lokal, Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho menggelar kegiatan "Coffee Morning" di Halking Wisma Polres Pacitan pada Senin (20/5/2024). 

Acara ini dihadiri oleh puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, online, dan elektronik di wilayah Pacitan.

Dalam sambutannya, AKBP Agung Nugroho menekankan pentingnya sinergi antara Polres Pacitan dan media dalam membangun Pacitan yang lebih baik. 

"Jangan ada egosentris di antara kita semua," pesannya kepada para jurnalis yang hadir.

Lebih lanjut, AKBP Agung Nugroho juga menyampaikan keprihatinannya atas merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pacitan. 

Dia mengajak media untuk membantu menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan 3 M (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) untuk mencegah penyebaran DBD.

"Kami harap rekan-rekan media semuanya membantu sosialisasikan kepada masyarakat soal mewaspadai penyebaran DBD," pintanya.

Selain itu, Kapolres Pacitan juga mengajak media untuk bersama-sama membangun Pacitan yang lebih aman, damai, dan sejahtera.

"Mari berkolaborasi intinya bagaimana membangun Pacitan sehingga tercipta baldatun thayyibatun warabbun ghofur," ajaknya.

Senada dengan Kapolres, Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pacitan, Aiptu Thomas Alim Suheni juga mengharapkan media untuk memberitakan secara berimbang dalam mengawal pembangunan di wilayah Kabupaten Pacitan.

"Kami harap rekan-rekan media memberitakan secara berimbang dalam mengawal pembangunan di wilayah kab pacitan," pungkasnya.

Acara "Coffee Morning" ini merupakan langkah positif dalam membangun sinergi antara Polres Pacitan dan media lokal. 

Dengan menjalin komunikasi yang baik dan terbuka, diharapkan media dapat membantu menyampaikan informasi penting kepada masyarakat, seperti pencegahan DBD dan pembangunan di wilayah Pacitan.

Media juga dapat berperan aktif dalam mengawal pembangunan di Pacitan dengan memberitakan secara berimbang dan objektif. 

Sinergi yang baik antara media dan kepolisian diharapkan dapat berkontribusi terhadap terciptanya Pacitan yang lebih aman, damai, dan sejahtera, sebagaimana yang diimpikan oleh Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho. (*)

Kapolres Pacitan Ajak Media Bangun Sinergi untuk Pacitan Lebih Baik

PACITAN- Dalam rangka mempererat hubungan dan sinergi dengan media lokal, Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho menggelar kegiatan "Coffee Morning" di Halking Wisma Polres Pacitan pada Senin (20/5/2024). 

Acara ini dihadiri oleh puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, online, dan elektronik di wilayah Pacitan.

Dalam sambutannya, AKBP Agung Nugroho menekankan pentingnya sinergi antara Polres Pacitan dan media dalam membangun Pacitan yang lebih baik. 

"Jangan ada egosentris di antara kita semua," pesannya kepada para jurnalis yang hadir.

Lebih lanjut, AKBP Agung Nugroho juga menyampaikan keprihatinannya atas merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pacitan. 

Dia mengajak media untuk membantu menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan 3 M (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) untuk mencegah penyebaran DBD.

"Kami harap rekan-rekan media semuanya membantu sosialisasikan kepada masyarakat soal mewaspadai penyebaran DBD," pintanya.

Selain itu, Kapolres Pacitan juga mengajak media untuk bersama-sama membangun Pacitan yang lebih aman, damai, dan sejahtera.

"Mari berkolaborasi intinya bagaimana membangun Pacitan sehingga tercipta baldatun thayyibatun warabbun ghofur," ajaknya.

Senada dengan Kapolres, Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pacitan, Aiptu Thomas Alim Suheni juga mengharapkan media untuk memberitakan secara berimbang dalam mengawal pembangunan di wilayah Kabupaten Pacitan.

"Kami harap rekan-rekan media memberitakan secara berimbang dalam mengawal pembangunan di wilayah kab pacitan," pungkasnya.

Acara "Coffee Morning" ini merupakan langkah positif dalam membangun sinergi antara Polres Pacitan dan media lokal. 

Dengan menjalin komunikasi yang baik dan terbuka, diharapkan media dapat membantu menyampaikan informasi penting kepada masyarakat, seperti pencegahan DBD dan pembangunan di wilayah Pacitan.

Media juga dapat berperan aktif dalam mengawal pembangunan di Pacitan dengan memberitakan secara berimbang dan objektif. 

Sinergi yang baik antara media dan kepolisian diharapkan dapat berkontribusi terhadap terciptanya Pacitan yang lebih aman, damai, dan sejahtera, sebagaimana yang diimpikan oleh Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho. (*)

Ratusan Personel Polres Tulungagung Mendapatkan Vaksin untuk Jaga Kesehatan

TULUNGAGUNG – Ratusan personel Polres Tulungagung dapatkan vaksinasi Hepatitis B. 

Selain vaksin juga dilakukan Pemeriksaan Deteksi Dini Narkoba (PDDN) bagi personil.

Bertempat di Gedung Sarja Arya Racana (SAR) Mapolres, Jumat (17/05/2024), ratusan personel baik Polres maupun Polsek jajaran mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung bekerjasama dengan Sidokkes Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Teuku Arsya Khadafi, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasihumas Polres Iptu Mujiatno mengatakan, vaksinasi ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian Polri kepada anggotanya. 

Sedangkan PDDN dengan cara tes urine adalah salah satu upaya pencegahan yang bersifat internal serta sebagai mitigasi menangkal penggunaan Narkoba pada personil.

“Agar tidak mudah terserang penyakit Hepatitis B dan terhindar dari penyalahgunaan Narkoba”, ungkapnya.

Bagi anggota yang sudah terdaftar, wajib melakukan pengisian data terlebih dahulu pada kartu imunisasi yang telah disediakan, selanjutnya mengikuti skrining untuk memastikan negatif virus HBsAG. 

Tujuannya adalah mencegah infeksi virus hepatitis B yang dapat ganggu fungsi organ hati.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan penyakit terhadap anggota Kepolisian, mengingat siklus pekerjaan yang berinteraksi langsung dengan berbagai orang. Sehingga dinilai rentan dan rawan tertular terhadap suatu penyakit”, sambungnya.

Sebagai anggota Polri yang memiliki tugas pokok sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat dituntut senantiasa sehat dan memiliki fisik yang prima.

“Ini kan bertahap, jadi bagi yang belum mendapatkan bisa mengikuti vaksinasi pada pelaksanaan selanjutnya. Sehingga seluruh personel Polres mendapatkan vaksinasi secara keseluruhan”, tandasnya. (*)

Imbangi Pengamanan WWF di Bali, Polisi Periksa Kapal dan Penumpang di Pelabuhan Jangkar Situbondo

SITUBONDO – Satuan Kepolisian Perairan dan Udara ( Satpolairud) Polres Situbondo Polda Jatim memperketat pengawasan perairan khususnya Pelabuhan Jangkar dan Kalbut.

Hal itu kata Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rahkmanto untuk mendukung Operasi Puri Agung 2024 dalam rangka pengamanan pelaksanaan World Water Forum (WWF) 2024 di Nusa Dua Bali hingga 25 Mei 2024 nanti.

“Kami melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan untuk imbangan Operasi Puri Agung 2024 dalam rangka pengamanan WWF di Bali,”ujar AKBP Dwi Sumrahadi, Selasa (21/5).

Pada pelaksanaan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) petugas juga melakukan pemeriksaan kapal yang melintas di perairan wilayah hukum Polres Situbondo.

Ditemui di Pelabuhan Jangkar, Kasatpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa  mengatakan anggota Satpolairud Polres Situbondo secara rutin melaksanakan patroli perairan dan melakukan pemeriksaan KLM di tengah laut.

Pemeriksaan ini kata AKP Gede meliputi barang dan orang yang diangkut oleh KLM yang melintas di perairan Situbondo.

“Pelabuhan Kalbut dan pelabuhan Jangkar, jadi sasaran patroli karena kedua Pelabuhan itu juga sering dipakai untuk menuju Pulau Bali,”kata AKP Gede.

Dalam pelaksanaan KRYD ini Satpolairud Polres Situbondo petugas berkolaborasi dengan TNI dan sejumlah stakeholder di Pelabuhan ASDP dan KSOP Panarukan Situbondo.

Pengawasan difokuskan terhadap setiap kapal yang melintas di perairan Situbondo dan  KLM yang akan bersandar di pelabuhan wilayah Situbondo baik pelabuhan barang maupun penumpang.

Calon penumpang kapal menuju lembar yang melalui pelabuhan Jangkar satu per satu  diperiksa barang bawaanya. 

“Pemeriksaan digelar di pelabuhan Jangkar  tepatnya pada Ramp Door kapal,” kata AKP Gede.

Pemeriksaan meliputi identitas yang dicocokan dengan tiket kapal dan barang bawaan calon penumpang.

Polres Situbondo yang merupakan jajaran Polda Jatim di wilayah tapal kuda ini akan terus meningkatkan pengamanan di wilayah perairan maupun jalur darat hingga berkahirnya Operasi Puri Agung 2024 di Bali.

“Kami laksanakan imbangan pengamanan karena mempunyai perairan yang panjangnya sekitar 150 Km dan berpotensi dapat berlayar tembus ke pulau Bali,” pungkas AKP Gede. (*)

Polres Lumajang Kembali Raih Penghargaan Bidang Pengelolaan Anggaran dari KPPN Jember

LUMAJANG - Kapolres Lumajang AKBP Mohammad Zainur Rofik, S.I.K., mendorong jajarannya untuk terus meningkatkan kinerja pelaksanaan dan pengelolaan anggaran. 

Menurutnya, tahun 2024 akan menghadirkan tantangan yang lebih kompleks dan karenanya anggaran harus dikelola lebih jeli dan efektif. 

Hal tersebut disampaikan AKBP Mohammad Zainur Rofik, saat menerima penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jember di ruang kerja Kapolres Lumajang, Senin (20/5/2024).

"Penghargaan ini adalah buah kerja keras dan komitmen seluruh jajaran Polres Lumajang dalam menggunakan, mengelola, serta membuat laporan pertanggungjawaban anggaran sepanjang tahun 2023,”ungkap AKBP Rofik.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan mengajak ke depan meniingkatkan kinerja dalam pengelolaan dan pelaksanaan anggaran.

Pada kesempatan tersebut, Polres Lumajang Polda Jatim berhasil meraih Peringkat 3 kategori Satuan Kerja dengan Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Terbaik Periode Semester II Tahun 2023 Kategori Pagu Besar (>10 Miliar). 

"Sebagaimana kita ketahui, tantangan di tahun 2024 ini akan semakin kompleks. Harapan saya agar ke depannya pelaksanaan anggaran bisa lancar, efektif, dan lebih baik dibanding tahun lalu," ujarnya.

Ia mengatakan tetap diperlukan kecermatan ekstra agar pengelolaan anggaran lebih berkualitas serta menghasilkan outcome yang lebih baik.

"Saya berharap seluruh jajaran di Polres Lumajang tidak mengendurkan semangat maupun kinerja karena sudah berhasil menjadi yang terbaik dua kali berurutan,” tutupnya.

Kapolres Lumajang juga meminta kepada seluruh personel tetap jaga konsistensi karena itulah yang akan menjadi kunci keberhasilan mengelola seluruh anggaran yang dipercayakan hingga akhir tahun ini. (*)

Polisi : Isu Begal di Sawojajar Kota Malang Hoax

KOTA MALANG - Isu begal kembali berhembus di Kota Malang tepatnya di wilayah Sawojajar. Kali ini kabar tersebut santer dikabarkan pada Minggu dini hari (19/5/2024).

Anggota Polsek Kedungkandang yang menerima informasi kericuhan tersebut bergegas untuk mengambil tindakan. 

Namun setelah dilakukan penyelidikan isu tersebut kembali terbukti palsu alias hoax.

Kapolsek Kedungkandang AKP Effendy Budi Wibowo menyampaikan bahwa kericuhan yang terjadi di wilayah Sawojajar dan sempat ramai di sosial media tersebut ternyata terjadi karena adanya kesalahpahaman antar beberapa pemuda. 

"Jadi awal mulanya saudara B dan saudara A pulang dari nonton kesenian bantengan kemudian berjalan di wilayah Sawojajar 2 depan ruko WOW dan berpapasan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh saudara S  dan posisinya saat itu saudara S ini melawan arus," kata AKP Effendy, Senin (20/5).

Masih kata AKP Effendy,  kedua pemuda itu
kemudian sama-sama kaget dan salah satu memaki dengan seketika menendang sepeda motor milik saudara A hingga mereka terjatuh. 

Tak terima dengan perlakuan itu kemudian rekan A yang betinisial R mengejar S, namun sayangnya tiba-tiba ada seorang yang tak dikenal menendang R dan kemudian meneriakinya sebagai begal. 

"Karena mereka berhenti di sekitar warung lesehan akhirnya terjadilah keributan di sana hingga diamankan oleh warga" tegas AKP Effendy.

Atas kejadian tersebut kemudian anggota membawa seluruh saksi dan korban serta orang tua mereka ke Polsek Kedungkandang untuk dimintai keterangan. 

"Semua pihak yang terlibat kami ajak ke Polsek Kedungkandang untuk melakukan diskusi dan mereka sepakat untuk berdamai dan semua pihak tidak saling menuntut serta saling menyadari kesalahan yang dibuat oleh masing-masing," terang AKP Effendy.

Atas kejadian ini, Polisi meminta kepada warga masyarakat agar tidak terprovokasi.

"Jadi informasi begal itu Hoak, yang ada hanya karena keributan karena kesalahpahaman," tegas AKP Effendy.
 
Kapolsek Kedungkandang juga menghimbau kepada masyarakat apabila masyarakat Kota Malang mengalami ataupun menghadapi situasi yang membutuhkan kehadiran Polisi dengan segera maka dapat menghubungi layanan 110.

"Segera telpun call center kami, maka kami akan segera datang, " tutup Kapolsek Kedungkandang. (*)

*Long Weekend Saat WWF Berlangsung, Polda Jatim Tambah Personel di Pelabuhan Ketapang*


BANYUWANGI - Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto akan menambah jumlah pasukan yang berjaga di  Pelabuhan ASDP  Ketapang Banyuwangi saat libur panjang akhir pekan mendatang.

Libur panjang akan dimulai pada peringatan Hari Waisak 23 Mei, kemudian berlanjut cuti bersama pada tanggal 24 Mei, dan hari libur Sabtu - Minggu, 25 - 26 Mei.

"Yang perlu Kami antisipasi, tanggal 23 adalah hari libur Waisak dan kemudian cuti bersama. Lanjut libur sampai Minggu. Kami akan siagakan personel yang cukup di sini," kata Kapolda saat meninjau Pelabuhan Ketapang, pada Senin (20/5/2024).

Dalam peninjauan itu, Kapolda didampingi para pejabat utama Polda Jatim, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Nanang Haryono dan para pejabat utama Polresta Banyuwangi.

Saat ini, Polda Jatim menerjunkan 3 satuan setingkat kompi (SKK) di Pelabuhan Ketapang dan sekitarnya. 

Pihaknya akan menambah 3 SKK lagi untuk melapisi satuan yang telah bertugas di sana.

"Jadi 3 SKK ditambah 3 SKK lagi dalam rangka penyelenggaraan kegiatan rutin yang ditingkatkan karena saat libur panjang nanti WWF di Bali juga masih berlangsung,"ujar Kapolda Jatim.

Dengan personel 6 SSK ditambah back-up dari petugas di pelabuhan dan termasuk pelibatan TNI, Kapolda Jatim berharap mana kala ada peningkatan arus pergerakan pada hari libur, mudah-mudahan tidak ada hal yang signifikan.

Irjen Pol Imam menambahkan, Pelabuhan Ketapang terpantau landai dalam lima hari pelaksanaan Operasi Pura Agung 2024. 

Operasi ini digelar untuk meningkatkan pengamanan di wilayah penyangga di Banyuwangi selama pelaksanaan World Water Forum (WWF) di Bali.

"Alhamdulillah selama lima hari ini, semua terpantau landai. Peningkatan arus pergerakan baik mobil, motor, maupun orang menuju Bali, tidak ada peningkatan signifikan. Masih normal dan di bawah 10 ribu penumpang per hari," tambahnya.

Pihaknya berharap, kondisi landai tersebut akan berlanjut hingga rampungnya pelaksanaan WWF pada 25 Mei mendatang. 

Dalam peningkatan pengamanan ini, kepolisian juga menambah jumlah kamera pengawas CCTV di wilayah Pelabuhan Ketapang. Baik di area akses masuk maupun area dalam.

"Ada 58 CCTV yang terpasang di area Pelabuhan Ketapang. Tambahan CCTV ini bisa memantau perkembangan," tutup Kapolda Jatim. (***)

Polda Jatim Berhasil Membongkar Rumah Produksi Narkoba, Ribuan Gram Sabu dan Jutaan Butir Ekstasi Disita

SURABAYA- Direktorat Reserse Narkoba ( Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengungkap pembuatan Pil ekstasi hingga carnophen di Surabaya.

Terbongkarnya dugaan pembuatan obat keras berbahaya ( okerbaya) itu setelah menggerebek sebuah rumah di Jalan Kertajaya Indah Timur IX, Surabaya.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat ( Kabidhumas) Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto kepada media, Senin (20/5).

"Atas kasus ini Polisi mengamankan Dua tersangka dan ribuan butir pil sebagai barang bukti," kata Kombes Dirmanto.

Dikesempatan yang sama Direktur Resnarkoba pada Ditresnarkoba Polda Jatim, Kombes Robert Da Costa mengatakan penggerebekan dilakukan bermula dari penangkapan dua pelaku berinisial ADH dan MY. 

Ia mengatakan saat dikembangkan dari penangkapan kedua tersangka tersebut didapati tempat yang digunakan untuk memproduksi.

Kombes Robert Da Costa juga mengungkapkan bahwa tersangka ADH adalah residivis tahun 2020, pernah diadili di PN Surabaya dan divonis 5 tahun. 

"Tersangka ADH bebas pada bulan Juni tahun 2023. Sedangkan MY Residivis tahun 2018 diadili di PN Surabaya serta bebas pada tahun 2022," ujar Kombes Robert.

Ia menjelaskan tersangka MY mendapatkan carnopen dan bahan farmasi pil double L dari seseorang berinisial WD yang saat ini masuk daftar pencarian orang ( DPO). 

"WD menerima barang tersebut di rumah kontrakan yang di Perumahan Kertajaya Indah Timur 9 Nomor 47 Surabaya," ujarnya.

Masih kata Kombes Robert Da Costa, sebelumnya MY disuruh oleh WD (DPO) untuk mencari sebuah rumah kontrakan. 

Lalu mendapat kontrakan di Perumahan Kertajaya Indah Timur 9 Nomor 47 Surabaya digunakan untuk home industry pil carnophen serta pil berlogo LL.

"Selain itu juga sebuah ruko yang beralamat di daerah Sidorame Baru Surabaya yang digunakan untuk menyimpan hasil produksi pil carnophen dan pil berlogo LL," jelasnya

Saat menggrebek di rumah yang diduga digunakan produksi itu, Polisi mendapatkan 9 bungkus teh China warna merah berisi Sabu seberat 8.929,191 gram.

Selain itu juga  9 bungkus klip berisi ekstasi berlogo burung hantu warna ungu dengan jumlah total 1.568 butir dengan berat bersih total 639,831 gram.

Ada juga 8 bungkus plastik berisi ekstasi berlogo singa warna krem dengan jumlah total 1.326 butir dengan berat bersih total 337,745 gram.

"Ini kami dapatkan dari tangan tersangka ADH," kata Kombes Robert.

Polisi juga mendapatkan pil Carnophen 1.080.000 Butir dan pil berlogo double L sebanyak 6.780.000 butir, yang saat ini disita sebagai barang bukti.

"Total barang bukti pil yang kami amankan dari lokasi senilai Rp 23,15 miliar," kata Kombes Robert Da Costa.

Atas pengungkapan ini kata Kombes Robert Da Costa, Polda Jatim telah menyelamatkan sekitar 50 ribu jiwa jadi korban narkoba.

"Atas pengungkapan jaringan kelompok ADH dan MY ini, Polda Jatim diperkirakan telah menyelamatkan kurang lebih 50.000 jiwa masyarakat Jatim dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," pungkasnya. (*)

Minggu, 19 Mei 2024

Respon Keluhan Warga di Jum'at Curhat, Polres Kediri Kota Amankan Puluhan Motor Diduga Balap Liar

Kediri Kota - Polres Kediri Kota Polda Jatim merespon keluhan warga pada Jum'at Curhat di wahana Wisata Sumber Soyo Indah Kel Bawang Pesantren Kota Kediri, Jum'at (17/5/24) terkait masih adanya aksi balap liar di wilayah Pesantren sehingga mengganggu pengguna jalan lainya.

Menjawab keluhan tersebut, Polres Kediri Kota menindak lanjuti dengan menerjunkan personel untuk melakukan razia di Jl Brawajiya depan Mako Satlantas Polres Kediri Kota, Minggu dini hari (19/5/2024).

Dipimpin Kabagops Polres Kediri Kota Kompol Abraham Sissik, S.H., M.H., razia tersebut berhasil mengamankan puluhan sepeda motor yang di duga akan digunakan untuk balap liar dan tidak sesuai standar dengan menggunakan knalpot yang juga tidak sesuai spesifikasi teknik.

“Dalam kegiatan ini puluhan kendaraan yang diduga akan digunakan balapan liar dan tidak sesuai spektek kami lakukan penindakan dengan tilang dab kendaraannya diamankan sementara,”kata Kompol Abraham.

Ia menambahkan bahwa  penindakan pelaku balap liar dan menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi tekhnik merupakan salah satu langkah preventif untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusuf di wilayah hukum Polres Kediri Kota

“Kegiatan tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainya serta masyarakat, oleh karena itu harapan kami masyarakat bisa membantu kami dalam memberikan informasi supaya tidak terjadi balap liar di jalan raya yang menimbulkan resiko besar,” pungkasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo, S.H.,S.I.K., M.Si. menegaskan, pihaknya akan tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada Masyarakat apalagi terkait Kamtibmas.

“Jadi razia dan patroli yang dilaksanakan oleh personel Polres Kediri Kota itu adalah bagian dari kami melayani Masyarakat yang menginginkan terwujudnya keamanan dan kenyamanan,”ujar AKBP Bramastyo Priaji

Terkait puluhan motor yang tidak sesuai standart dan menggunakan knalapot yang juga tidak sesuai spesifikasi teknik yang kini diamankan, dapat diambil kembali oleh pemiliknya dengan syarat dilengkapi surat – surat kendaraan dan modifikasi dikembalikan sesuai standart pabrikan.

“Kami kembalikan namun sesudah mengikuti sidang tilang, dan membawa surat – surat kendaraan tersebut yang masih berlaku serta mengembalikan modifikasinya sesuai standart pabrikan,”pungkas AKBP Bramastyo Priaji. (*)

Sukseskan WWF 2024 Personel Gabungan Polresta Sidoarjo Patroli KRYD di Terminal Purabaya Tujuan Bali

SIDOARJO – Polresta Sidoarjo bersinergi dengan TNI dan Dinas Perhubungan, melakukan patroli dan pengamanan di Terminal Bus Purabaya, Bungurasih, Waru, Sidoarjo. 

Upaya ini dalam rangka Operasi Puri Agung 2024 pengamanan World Water Forum (WWF) yang diselenggarakan di Bali.

Pengamanan dengan mengedepankan dialogis secara humanis dilakukan personel gabungan menyasar pada bus kedatangan maupun keberangkatan Bali. 

Termasuk mengecek kondisi kelayakan bus, kondisi kesehatan kru bus, identitas diri serta barang bawaan penumpang bus.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing melalui Kapolsek Waru Kompol Madya Wiraaji Kusuma mengatakan pengamanan dan patroli dialogis di Terminal Purabaya merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan ( KRYD ) sebagai imbangan Operasi Puri Agung 2024 di Bali.

“Untuk antisipasi adanya orang maupun barang yang berpotensi dapat menganggu kamtibmas pada pelaksanaan WWF 2024 di Bali,”ujar Kompol Madya, Minggu (19/5).

Melalui pengamanan berupa patroli dialogis baik kepada kru bus maupun penumpang bus di Terminal Purabaya, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya gangguan kamtibmas selama acara WWF 2024 di Bali.

Kepada para penumpang dengan tujuan Bali, Polisi juga menghimbau untuk turut serta menjaga keamanan, ketertiban guna mensukseskan acara internasional World Water Forum (WWF) ke-10 yang  digelar di Bali mulai 18-25 Mei 2024.

“Mari kita jaga bersama nama baik bangsa dan negara kita dengan mewujudkan event Internasional ini di Bali berjalan aman, lancar dan kondusif,”pungkas Kompol Madya. (*)

Ditpolairud Polda Jatim Sisir Perairan Selat Bali, Imbangi Operasi Puri Agung 2024 untuk WWF ke -10

SURABAYA –  Pengamanan World Water Forum (WWF ) ke -10 atau forum sektor air terbesar di dunia, yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 18-25  Mei 2024 mendapat atensi khusus oleh Polda Jatim.

Untuk mengamankan jalannya event Internasional tersebut, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur terus melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan ( KRYD) dengan mengoptimalkan patroli di perairan akses masuk Pulau Bali.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jawa Timur,Kombes Pol Dirmanto di Polda Jatim kepada media,Minggu (19/5).

Disampaikan oleh Kombes Pol Dirmanto, Polda Jatim juga sudah menyiapkan 596 personel untuk membantu pengamanan di Jawa Timur dalam rangka imbangan Operasi Puri Agung 2024 untuk World Water Forum (WWF ) ke -10.

“Polda Jatim menempatkan personel untuk pengamanan khususnya di Pelabuhan yang menjadi akses masuk Pulau Bali, juga di Bandara serta terminal bus di wilayah yang ada akses menuju Bali,” kata Kombes Dirmanto.

Kabidhumas Polda Jatim juga mengatakan Kepolisian telah membentuk satuan tugas wilayah ( Satgaswil ) Jatim untuk membantu pengamanan kegiatan WWF tersebut. 

“Untuk wilayah perairan, Ditpolairud Polda Jatim mengerahkan seluruh satuan Polraiud di setiap wilayah untuk mengoptimalkan patroli dan kewaspadaan terhadap pengguna jasa perairan,”kata Kombes Dirmanto.

Sementara itu Direktur Polairud Polda Jatim melalui melalui Kabagbinopsnal pada Ditpolairud Polda Jatim, Akbp Yanuar Herlambang mengatakan pihaknya telah melakukan penebalan personel untuk patroli di sepanjang selat Bali.

“Tetap kami tingkatkan kewaspadaan pada jalur perairan yang ada di Jawa Timur untuk mengantisipasi adanya barang maupun orang yang disinyalir dapat mengganggu jalannya WWF di Bali,” ujar AKBP Herlambang di Pelabuhan Tanjungperak Surabaya.

Selain itu kata AKBP Herlambang, Ditpolairud Polda Jatim melalui personel yang ada di wilayah juga melakukan pengawasan terhadap aktivitas di beberapa belabuhan rakyat di Banyuwangi.

Personel yang ditugaskan kata AKBP Herlambang juga melakukan upaya dialogis dengan masyarakat yang beraktivitas di pelabuhan.

“Kami memberikan himbauan agar nelayan dan pengguna jasa lebih waspada dan melaporkan ke petugas jika melihat hal-hal yang mencurigakan,”pungkasnya. (*)